RESUME DAN ESSAY

 

RESUME

 

MATERI 1 : Orientasi Diri

PEMATERI : Dr.Astuti Darmiyanti,MA,ed.d

Orientasi adalah Peninjauan untuk Menentukan Sikap,  Arah,Kenali Tujuan dan Manfaatnya

Masa orientasi sangat diperlukan bagi seseorang yang hidup di tempat atau lingkungan baru. Hal ini dilakukan agar seseorang mampu menyesuaikan diri dengan baik. Sedangkan, masa orientasi juga dibutuhkan oleh mahasiswa baru supaya bisa mengembangkan interaksi positif antar mahasiswa.Sederhananya, orientasi adalah suatu proses atau upaya seseorang dalam menangkap atau mengerti keadaan di sekitarnya.

Orientasi sendiri dibagi menjadi beberapa jenis seperti orientasi personal (perorangan), orientasi temporal (waktu), dan orientasi spasial (tempat).

 1.orientasi personal merupakan kemampuan individu untuk menunjukkan identitas diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.

 2.orientasi temporal adalah kemampuan individu untuk mengetahui hubungan masa atau waktu, baik sekarang, lampau, maupun yang akan datang.

3. orientasi spasial yaitu kemampuan individu untuk mengetahui batasan antara ruang yang ditempati dengan lokasi lainnya.

Tujuan Orientasi bagi Mahasiswa Baru

Orientasi juga diperlukan bagi para mahasiswa baru agar mampu mengenali semua aspek di lingkungan kampus, baik fisik maupun ruang lingkup sosial. Selain itu, masa orientasi mahasiswa baru juga kerap digunakan untuk melatih kedisiplinan, melatih ketahanan mental, dan mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa.

·  Mengenali potensi diri mahasiswa baru.

· Membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan kampus dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana kampus.

·  Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai mahasiswa baru.

·  Mengembangkan interaksi positif antar  mahasiswa.

·  Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan mahasiswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.


 

RESUME

 

MATERI 2 : Kepemimpinan Ala Rasulullah SAW Dan Sahabat

PEMATERI : Dr.Achmad Junaedi Sitika,S.Ag.,M.Pd.I.

 

    Pemimpin tentu dipahami sebagai sosok manusia yang mempunyai tanggung jawab terhadap manusia lain untuk mencapai cita-cita  dan tujuan yang ingin dicapai. Dalam pengertinnya yang seperti ini tentu prilaku, sikap, dan tangung jawab seorang.

    Pemimpin harus dibedakan dengan manusia pada umumnya.  Karenanya pemimpin yang seperti ini  diharuskan mempunyai beberapa syarat.  Dan tidak semua orang bisa “menjadi”pemimpin.seorang pemimpin itu harus dari kalangan yang pandai/cerdas,seorang pemimpin itu harus disukai oleh sebagian besar umat yang dipimpinnya,seorang pemimpin itu harus mengerti dan menyelami umatnya,seorang pemimpin itu tidak boleh terlalu lapar atau terlalu kenyang

     Sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. yang berupa sidiq, amanah, fathonah, dan tabligh, juga patut dan bahkan harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang akan menjadi tumpuan harapan masyarakat banyak.  Sifat jujur diperlukan bagiseorang pemimpin agar masyarakatnya tidak putus asa dengan mengharapkan sesuatu dari pemimpinnya yang selalu membohonginya. 

Jika ingin menjadi pemimpin harus memiliki 6 syarat :

1.Bukan Orang Kafir

2.Tidak mengangkat pemimpin yang mempermainkan agamanya

3.Harus memiliki keahlian/kemampuan/kecerdasan.

4.Bisa diterima masyarakat

5.Harus mementingkan umat banyak dan tidak mementingkan diri sendiri dan golongan sendiri 

6.Cocok dalam satu jabatan.

 

Jadi seorang pemimpin yang ideal sesungguhnya telah diteladankan oleh nabi Muhammad SAW. dalam segala sifat dan perilakunya, serta diwujudkan dalam perlambang imam dalam melaksanakan shalat berjamaah dan berpedoman dengan al-qur’an.Ia adalah seorang yang mempunyai sifat-sifat jujur, dapat dipercaya,Cerdas, dan transparan yang selalu dimanifestasikan dalam seluruh aktifitasnya,dan tentu mempunyai sifat toleran.




RESUME

 

MATERI 3  : Decision Making Problem  From a Leader

PEMATERI : H.Endang Sodikin.S.Pd.I.,MH.SH

    Kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan merupakan tugas dan tanggung jawab utama dari seorang pemimpin. Pemimpin yang hebat harus bisa memecahkan masalah secara kreatif dan mengambil keputusan yang tepat untuk menyukseskan suatu kelompok.Pengetahuan dan skill yang memadai mengenai teknik dan metode pemecahan masalah, dapat meningkatkan kapasitas seorang leader.

    Adapun yang merupakan pertimbangan pokok bagi Pimpinan dalam pengambilan keputusan  tidak hanya didasarkan kepada pribadinya, pengalamannya, pengabdiannya dan kecakapannya, tetapi sebagai unsur yang penting ialah pertimbangan dari orangorang yang membantunya (sifatnya) dalam memberikan saransarannya.

    Dapat diartikan bahwa pengambilan keputusan adalah memilih dan menetapkan satu alternatif yang dianggap paling tepat dari beberapa alternatif yang dirumuskan. Keputusan itu harus bersifat fleksibel, analitis, dan mungkin untuk dilaksanakan dengan dorongan sarana prasarana dan sumber daya yang tersedia (berrupa manusia dan materi).

    Keputusan merupakan hasil pemecahan dalam suatu masalah yang harus dihadapi dengan tegas Proses ini meliputi dua alternatif atau lebih karena hanya terdapat satu alternatif tidak akan ada satu keputusan yang akan diambil.

Salah satu fungsi berpikir adalah menetapkan keputusan. Keputusan yang diambil seseorang beraneka ragam. Tapi tanda-tanda umumnya antara lain :

1.Keputusan merupakan hasil pemikiran

2.Hasil usaha intelektual

3.Keputusan selalu melibatkan pilihan dari berbagai alternatif

4.Keputusan selalu melibatkan tindakan nyata, walaupun pelaksanaannya boleh atau dilupakan.

 

    Yang terpenting dari membangun jiwa kepemimpinan pada zaman kekinian adalah dimana setelah memiliki atau ciri-ciri dasar kepemimpinan selain memiliki solusi untuk menyelesaikan masalah adalah bagaimana caranya jiwa kita terpatri dalam diri kita untuk menjadi orang yang selalu beradaptasi dan selalu bijak dalam mngambil keputusan dengan cara mengadakan musyawarah secara mufakat.



RESUME

 

MATERI 4  : Analisis SWOT

PEMATERI : Umar Mukhtar.S.Pd.,M.Pd.

Apa itu SWOT?

Sebelum masuk ke contoh cara analisis SWOT, kita pertama-tama harus paham faktor-faktor dalam SWOT itu sendiri yang meliputi:

Strength adalah kekuatan yang dimiliki oleh seseorang, perusahaan, atau sebuah program yang berpengaruh positif di masa mendatang.

Weakness adalah kelemahan yang dimiliki oleh seseorang, organisasi, perusahaan, atau program yang berpengaruh negatif.

Opportunity adalah kesempatan yang dapat menjadi peluang yang merupakan faktor eksternal yang harus dimanfaatkan.

Threats adalah ancaman yang bisa menjadi penghambat seseorang, organisasi, atau program untuk berkembang.

Berikut ini contoh analisis diri sendiri sebagai mahasiswa yang kuliah.

Strength (Kekuatan)

Memiliki rasa ingin tahu dan senang belajar.

Berwawasan luas karena suka membaca.

Weakness (Kelemahan)

Sulit mengambil keputusan sehingga terkesan menunda-nunda pekerjaan.

Jika ada masalah konsentrasi akan berkurang.

Opportunity (Peluang)   

Memiliki hubungan yang baik dengan lingkungan pergaulan.

Threats (Ancaman)

Karena masih dalam dunia pendidikan, banyak tugas yang seringkali menghambat tujuan utama.

Dalam analisis SWOT, kita juga harus mengenali kelemahan yang kita miliki. Banyak usaha yang tidak berkembang karena mereka takut mengenali kelemahan mereka.



RESUME

 

MATERI 5 : Public Speaking  Dalam Dimensi Kepemimpinan

PEMATERI : Jaenal  Abidin S.Pd.I.,M.Pd.I.

 

Definisi Public Speaking

Harold Lawell : Cara Menjelaskan Komunikasi Dengan Menjawab Pertanyaan Sebagai berikut :

‘’Who Says What in Which Channel to Whom with What effect? 5 (W)’’

Proses penyampaian pesan oleh kominikator kepada komunikan melalui yang menimbulkan efek tertentu.

Kenapa manusia butuh berkomunikasi?

·         Komunikasi untuk menyampaikan keinginan dan mencapai tujuan .

·         Komunikasi adalah jalan untuk menyelesaikan masalah walaupun masalah bisa disebabkann kesalahan komunikasi.

 

Apa itu public speaking?

 

1.      Kegiatan penyampaian pesan berupa ide/gagasan secara oral atau lisan.

2.      Bentuk komunikasi dimana seorang pembicara menghadapi pendengar dalam jumlah yang relatif besar dan pembicaraan yang relatif kontinu.

 

Tujuan Public Speaking :

1.      Menyampaikan informasi kepada audiens

2.      Menghibur audiens

3.      Mempengaruhi audiens

 

Bagaimana konsep dasar komunikasi ?

1.      Bentuk komunikasi

·         Verbal

·         Non verbal

 

2.      Relasi dan komunikasi

·         Komunikasi personal

·         Komunikasi Publik

 

3.      Media Komunikasi

·         Suara

·         Gambar

·         Video

Dari mana seseorang bisa bicara :

·         Ilmu pengetahuan

·         Empirik

·         Membaca

Tetapi faktanya tak seorangpun yang dilahirkan sebagai speaker !

Adapun faktor pembentuk speaker 3 L

·         Lahir (bakat)

·         Lingkungan

·         Latihan

 

Masalah dalam public speaking

·         Nervous/kecemasan

·         Teknik Public Speaking

·         Penguasaan materi

 

Penyebab Kecemasan

·         Pengalaman pertama

·         Suasana baru

·         Merasa menjadi pusat perhatian

·         Merasa berbeda/tidak percaya

·         Trauma masa lalu

·         Perasaan tidak siap tampil

 

Bagaimana Cara Meraih Rasa Percaya Diri?

·         Lepaskan rasa sesal

·         Perbaiki persepsi diri

·         Jangan takut gagal

·         Penampilan maksimal

·         Mengingat semua sukses masa lalu

 

Ekspresi wajah : Jika berbicara mata tidak terpaku pada suatu benda ,hindari kecenderungan menggeleng-gelengkan kepala,biasakan tersenyum.

 

Kesimpulan :

·         Kemampuan berbicara sangatpenting untuk kehidupan kita.

·         Siapa saja bisa menguasai ‘’public speaking’’.

·         Jika anda sadar tidak dilahirkan sebagai speaker,maka berlatih dan berlatihlah.




ESSAY

Essay Kepemimpinan

Oleh : Syifa Farihatun Afifah


Setiap orang tidak bisa hidup sendirian karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial yaitu membutuhkan orang lain untuk menjalani hidup. Dalam menjalani hidup, manusia selalu berinteraksi bukan hanya dengan sesamanya tetapi juga dengan lingkungan. Oleh karena itu, manusia selalu hidup bersama dan berdampingan membangun sebuah kelompok, mulai bedasarkan dari yang terkecil yaitu keluarga.

            Tentu  tidak mudah menjalani hidup secara berkelompok mengingat masing-masing individu memiliki kepentingan dan harapan yang berbeda. Terkadang, masalah antarindividu maupun antarkelompok pun tidak dapat dihindari. Diperlukan jiwa kepemimpinan yang sejati dalam kehidupan ini. Jiwa yang haus untuk menegakkan keadilan, jiwa yang penuh dengan semangat dan kecerdasan sehingga mampu mengatasi masalah yang rumit sekalipun.

            Pada dasarnya dalam diri setiap manusia memiliki jiwa kepemimpinan karena ini memang merupakan anugerah dari Allah SWT. Minimal, seorang manusia harus dapat memimpin dirinya sendiri. Hendak berbuat apakah dirinya untuk kebaikan dan kualitas hidupnya. Apabila seseorang sudah  mampu memimpin dirinya ke jalan yang benar, berarti ia mampu menjadi contoh bagi orang lain. Kepemimpinan yang sejati telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Sallallahu’alahi wasallam. Pemimpin ala Rasulullah ialah pemimpin yang mampu memberikan suri tauladan yang baik yaitu mampu memberikan contoh yang baik bagi orang-orang sehingga dapat mencetak pemimpin-pemimpin hebat selanjutnya.

Seorang pemimpin memang hendaknya ialah seseorang yang memiliki karakter yang kuat di antara lingkungannya. Seseorang yang memiliki keunggulan dibandingkan yang lain, seseorang yang mampu memberikan persuasi dan motivasi kepada banyak orang ialah karakteristik pemimpin. Pemimpin harus mampu membawa anggotanya bersama-sama berusaha mencapai tujuan yang telah ditentukan, merampungkan berbagai masalah, bersikap tenang dan tidak gegabah dalam bertindak, bijak dalam berpikir, adil dalam berbuat dan berbagi, mengedepankan kepentingan bersama bukan kepentingan dirinya sendiri. Perlu ditekankan lagi bahwa pemimpin ialah seseorang yang memberikan teladan yang baik bagi masyarakat dan lingkungan.

Menjadi seorang pemimpin akan dituntut pertanggungjawabannya tidak hanya secara horizontal tapi juga vertikal, yaitu pertanggungjawaban kepada lingkungan yang memberikan amanah dan kepercayaan kepada sang pemimpin, juga pertanggungjawaban kepada Allah Subhanahu wata’ala sebagai Dzat yang menciptakan dan memberikan kesempatan itu kepadanya.

Jiwa kepemimpinan sejatinya sudah terdapat pada diri kita masing-masing sejak Allah SWT menetapkan bahwa kita akan dilahirkan dan menjalani kehidupan di dunia ini. Apa yang bisa kita lakukan untuk perbaikan diri ke arah jalan yang diberkahi-Nya adalah salah satu contoh sifat kepemimpinan dan keteladanan dalam diri setiap insan yang bernyawa. Seorang pemimpin  yang baik sepantasnya sanggup mengkombinasikan antara ilmu, agama, dan seni dalam kehidupan.

 

 

 

 

 

 

 


Komentar

Posting Komentar